CAPITAL303 – pada hari Jumat (8/7/22) pukul 17.00 WIB
terjadi tembak menembak antara sesama sejawat di kediaman Kadiv Propam Irjen
Ferdy Sambo yang berlokasi di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Tembak menembak ini melibatkan dua anggota kepolisian yaitu Bharada
E dan Brigadir J, mereka berdua adalah para Ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
Dalam kejadian itu Brigadir J tewas tertembak oleh Bharada E.
Kejadian itu terpicu di karenakan Bhrada E mendengar teriakan dari
istri Kadiv Propam di kamar nya, saat mendengar teriakan istri Kadiv Proparam Bharada
E langsung berlari ke kamar istri Kadiv. Saat Bharada E sampai dia melihat
istri Kadiv di todong sebuah pistol HS-16 oleh Brigadir J, saat mulai bertanya
Brigadir J mulai menembak Bharada E.
“Setelah dengar teriakan, itu
Bharada E itu dari atas, masih di atas itu bertanya ‘Ada apa bang?’ Tapi
langsung disambut dengan tembakan yang dilakukan oleh Brigadir J,” ucap
Ramadhan selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas.
Lalu dengan sigap Bharada E
melakukan perlawanan dengan mencabut pistol Glock-17, dan terjadilah tembak
menembak di antara mereka. Brigadir J melepaskan 7 butir peluru sedang kan Bharada
E melepaskan 5 butir peluru.
Di kejadian tersebut Bgigadir J
tewas dengan 5 butir peluru yang bersarang di badan nya, Tindakan Bharada E dilakukan
untuk melindungi istri dari atasan nya Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo
Berikut fakta-fakta nya:
Bharada E sempat menegur Brigadir J
Setelah terdengar teriakan istri atasannya dan berlari ke arah sumber
suara, Bharada E sempat menegur perbuatan Brigadir J, tapi Brigadir J malah
melayang kan pucuk pistolnya ke arah Bharada E dan melepaskan 1x tembakan.
“Ada anggota lain atas nama Bharada E menegur dan saat itu yang bersangkutan (Brigadir J) mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan, dan Bharada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J,” ujar Ramadhan.
Ada nya luka sayatan di tubuh Brigadir J
Di tubuh jenazah Brigadir J terdapat luka sayatan, tapi setelah d konfirmasi lebih lanjut itu berasal dari tembakan peluru. Dan 2 ruas jari korban juga putus setelah di terjang peluru Bharada E.
Jenazah Brigadir E sempat tidak
boleh di lihat oleh keluarga
Menurut info dari keluarga korban,
keluarga sempat tidak boleh melihat jenazah Brigadir J. Namun ibu dari Brigadir
J tetap memaksa untuk bisa melihat anaknya yang terakhir kalinya.
Lalu dari pihak rumah sakit akhirnya memperbolehkan, dan pihak keluarga juga sempat melihat luka-luka yang d terima oleh Brigadir J.
Saat terjadi nya peristiwa Ferdy Sambo
sedang tidak ada di rumah
Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo saat itu sedang berada di rumah sakit untuk menjalani test PCR, Ferdy mengetahui peristiwa itu dari istrinya yang tiba-tiba menelpon. Lalu beliau bergegas pulang dan setelah sampai di rumah beliau menemukan salah satu ajudannya sudah tewas bersimbah darah.
CCTV rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo mati
Setelah kejadian team dari kepolisian datang setelah mendapat laporan dari Ferdy Sambo, saat di lakukan pemeriksaan di rumah tersebut polisi menemukan beberapa CCTV tapi dalam keadaan tidak aktif, sudah tidak aktif selama 2 minggu. Jadi bisa di bilang polisi tidak bisa melihat rekaman saat kejadian itu terjadi.
Saat ini Bharada E masih di tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan
pihak kepolisian sedang mengumpulkan bukti lebih lanjut dan meminta keterangan
dari istri Ferdy Sambo.
